Jazz Gunung Indonesia 2020 Tetap Diselenggarakan Secara Langsung dan Virtual

Jazz Gunung Indonesia merupakan sebuah konsep perhelatan konser jazz bernuansa etnik yang diselenggarakan di amfiteater terbuka, tempat destinasi wisata, kawasan pegunungan yang sejuk. Tujuannya agar musik dan musisi jazz dapat tampil sekaligus mempromosikan tempat wisata yang indah.

Jazz Gunung Indonesia mulai digelar pada tahun 2008 dengan tajuk Jazz Gunung Bromo. Kemudian 3 tahun yang lalu di kawasan Ijen, Banyuwangi juga digelar dengan tajuk Jazz Gunung Ijen.

Saat ini Jazz Gunung telah menjadi rangkaian atau series dengan bertambahnya Jazz Gunung Burangrang dan Jazz Gunung Toba.

Sehubungan dengan adanya Pandemi, rangkaian Jazz Gunung Indonesia mengobati kerinduan penggemar jazz dengan menggelar konser virtual Jazz Gunung Indonesia Series Bromo-Ijen-Burangrang-Toba pada tanggal, 25 September 2020, 25 Oktober 2020, dan 4 Desember 2020.

Jazz Gunung Indonesia telah mengantongi dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, serta ahli epidemiologi, Dr. Pandu Riono.

Jazz Gunung Indonesia menggelar Hybrid Concert Jazz Gunung Bromo dan Jazz Gunung Ijen di waktu yang bersamaan pada tanggal 12 Desember 2020.

Jazz Gunung Bromo akan ditampilkan secara virtual sedangkan Jazz Gunung Ijen secara langsung di alam.

“Jazz Gunung Indonesia Hybrid Concert adalah jawaban atas pertanyaan dari masyarakat umum bagaimana kita bisa menonton konser musik di tengah pandemi. Ini adalah terobosan cerdas bagaimana bangsa Indonesia bisa terus mengendalikan pandemi, menyelamatkan nyawa, dan sekaligus menyelamatkan ekonomi,” kata penggagas Jazz Gunung Indonesia, Sigit Pramono dalam jumpa pers virtual (11/12/20).

Bagi yang ingin menghadiri Jazz Gunung secara langsung maka wajib mengikuti protokol kesehatan. Seperti melakukan test swab, jaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan.

“Semuanya dites, penyanyi, penonton dan juga panitia. Kalau negatif baru boleh masuk tempat pertunjukan. Kami mewajibkan memakai masker dan wajib jaga jarak. Kami mengurangi tempat duduk. Kapasitas penonton juga hanya sepertiganya, 30 persen. Ini akan jadi contoh konser di saat pandemi,” ucap Sigit yang juga Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM).

Jazz Gunung Bromo virtual akan menampilkan Ring of Fire feat. Tashoora, Tohpati dan Ricad Hutapea.

Sementara Jazz Gunung Ijen akan menghadirkan Bintang Indrianto feat. Sruti Respati dan Sri Hanuraga Trio feat. Dira Sugandi. (Agnes Yohana)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

So Much Christmas’ Hadir di Cartoon Network

BAD MOOD?? HILANGKAN DENGAN INI YUK

3 Rekomendasi Film Korea Bergenre Komedi yang cocok ditonton bersama keluarga